Sunday, September 13, 2009

MENGENAL DASAR-DASAR SISTEM REPRODUKSI

APA SAJA DAN BAGAIMANA PERANANNYA??

SEORANG IBU perlu tahu bahwa sistem reproduksi memegang peranan yang sangat penting dalam proses kehamilan dan pertumbuhan bayi. Anda dapat mengetahui pertumbuhan tersebut dengan menguasai pengetahuan dasar tentang sistem reproduksi.

1. Pembuahan

Kehamilan dimulai pada saat sperma membuahi sel telur. Sel telur yang telah dibuahi berkembang menjadi seorang bayi. Sel telur ini tertanam di dalam rongga berotot yang dikenal sebgai uterus atau rahim. Selama hamil, uterus membesar dan beratnya mencapai 20 kali lipat dari berat asli.

2. Janin dan Plasenta

Bayi yang tumbuh di dalam kandungan disebut janin. Tali kehidupan yang menghubungkan ibu dengan janin adalah plasenta. Pada dasarnya, plasenta adalah organ yang dipenuhi darah, satu sisi berhubungan dengan ibu dan sisi lainnya dengan janin. Plasenta memberi jalan kepada oksigen dan nutrien dari ibu ke janin serta mengalirkan sisa pencernaan dari janin ke ibu untuk dibuang.

3. Tali Pusar
Plasenta terhubung dengan janin oleh tali pusar yang terdiri dari 3 (tiga) pembuluh darah. Dua di antaranya (arteri umbilikalis) berfungsi mengalirkan darah dari janin ke plasenta untuk dibersihkan; sedangkan pembuluh lainnya (vena umbilikalis) berfungsi membawa oksigen dan nutrien ke tubuh janin.

4. Air Ketuban
Bagian vital dari sistem penunjang kehidupan janin adalah air ketuban. Cairan ini memudahkan janin bergerak bebas, membantu menjaga kestabilan suhu tubuh, membantu melindungi janin sebagai bantalan, dan menampung zat-zat sekresi dalam urin janin.


Selain organ-organ dalam sistem reproduksi di atas, pada saat hamil Anda harus bersiap untuk menghadapi banyaknya perubahan yang terjadi dalam tubuh Anda, yaitu:

a. Payudara

Pada waktu hamil, payudara akan membesar sehingga Anda memerlukan bra berukuran 2 kali lebih besar dari ukuran asli. Payudara akan terasa mengencang, lebih peka, dan terkadang timbul rasa perih atau sakit yang menusuk. pembuluh-pembuluh darah di bawah kulit tampak jelas, lebih banyak, dan lebih besar dari biasanya. Puting susu dan areola (area seputar puting) juga berubah. Kelenjar-kelenjar kecil sekeliling puting jadi lebih menonjol, menggumpal , dan berubah warna.
Apabila payudara ditekan, puting seperti merembes dan keluar cairan. Cairan seperti susu ini disebut kolostrum.

b. Uterus
Selama hamil, uterus membesar dan mampu menahan beban 1000 kali lebih besar dibanding sebelum hamil. Uterus juga bertambah berat karena ukuran serat otot yang turut membesar.
Bila tangan diletakkan di atas uterus, Anda dapat merasakan kontraksi ototnya. kontraksi ini terjadi setiap 20 menit sekali, sangat pelan, dan tidak sakit. Kontraksi membantu pertumbuhan uterus dan memastikan aliran darah ke seluruh bagian uterus.

Pada usia kehamilan akhir, uterus membesar dan menekan pembuluh darah besar di dalam perut pada saat berbaring telentang. Tekanan ini dapat menurunkan tekanan darah secara drastis sehingga Anda merasa pusing atau bahkan pingsan. Untuk menghindarinya, cobalah berbaring miring dan jangan telentang.

Sekitar pertengahan sampai akhir masa kehamilan, uterus dapat mendesak paru-paru. Anda mungkin merasa kurang nyaman dan perlu menarik napas dalam-dalam agar paru-paru mendapat cukup udara. Duduk tegak, sekali pun di atas tempat tidur, akan membantu bernapas lebih mudah.

c. Vagina
Pada saat hamil, vagina Anda membengkak dan kerutannya menebal. Dinding vagina menjadi lebih licin dan mengeluarkan cairan. Perubahan-perubahan ini dapat mempermudah jalannya proses kelahiran.

Sekresi karena perubahan kondisi vagina bisa juga mengeluarkan bau yang tidak sedap. Berkonsultasilah dengan dokter bila hal ini terjadi. Jangan menyemprotkan air ke dalam vagina untuk mengatasi hal ini. Sering-seringlah mencuci area genital ini lalu keringkan secara hati-hati. Gunakan pakaian dalam dari katun untuk kenyamanan Anda.

Banyak wanita muda dewasa ini memiliki pengetahuan yang sangat baik tentang fungsi-fungsi kewanitaannya, semakin banyak tulisan yang bisa didapat, dan penambahan ilmu pengetahuan terus meningkat. Namun masih banyak juga wanita yang masih lugu dalam hal ini.

Secara eksternal, organ genital wanita keseluruhannya disebut vulva. Vulva ini terdiri dari beberapa bagian, yang paling tampak adalah labia majora (bibir luar), yang bersatu di tengah, dan bila seorang wanita dalam posisi berdiri, akan kelihatan celah yang sempit, tetapi di dalamnya ada dua lipatan yang lebih kecil dan peka yang disebut labia minora (bibir kecil). Ini menyatakan ke arah depan pada bagian atas klitoris (kelentit). Klitoris adalah bagian yang sangat sensitif terhadap rangsangan, dan memainkan peranan penting dalam hubungan seksual yang normal.

Tepat di bawah klitoris, terdapat sebuah saluran masuk yang disebut lubang kemaluan bagian luar. Inilah saluran dari uretra, tuba yang berhubungan dengan kandung kemih, yang membawa air kencing dan tersimpan untuk dibuang ke luar. Di bawahnya ada vestibula yang berhubungan dengan lubang vagina.

Vagina biasanya ditutupi oleh selaput yang disebut hymen (selaput dara) yang dulu sempat menjadi sesuatu yang paling utama bila dikaitkan dengan keperawanan atau kesucian.

Vagina adalah nama yang diberikan kepada saluran genital wanita. Panjangnya sekitar 7 cm, dan dapat membuka ke atas dan ke dalam pada sudut 85 derajat pada saat seorang wanita berdiri tegak. Dilapisi dengan selaput lembut berwarna merah jambu. Bagian ini memiliki kemampuan untuk membesar dan dapat melebar untuk memungkinkan kepala bayi lewat dalam proses melahirkan. Pada ujung bagian atas dari saluran vagina adalah serviks (leher rahim). Bagian ini adalah leher sempit dari rahim atau kandungan.

Rahim atau uterus adalah suatu organ berbentuk seperti buah pir, dengan bagian yang sempit memanjang dari atap vagina. Semakin melebar ke bagian vagina. Sebuah saluran yang sempit menerobos ke leher rahim, ini disebut saluran servikal, dan bagian luarnya berhubungan dengan vagina yang disebut os eksternal dan bagian dalamnya disebut os internal. Rahim dilapisi jaringan yang sangat khusus yang disebut endometrium. Ketebalannya berbeda dari hari ke hari, tergantung dari siklus haid. Ini semua diatur oleh suatu bahasa kimia yang disebut hormon.

(Nurhaeni, Arief: 2008)

Wednesday, May 6, 2009

SEBUAH PENGANTAR DOKTER TENTANG KEHAMILAN

Merencanakan dan Merawat Kehamilan
Melahirkan anak dengan selamat merupakan harapan dan dambaan setiap ibu hamil. Anak sehat disertai dengan ibu yang sehat akan menambah kebahagiaan keluarga yang menanti kehadiran sang bayi. Namun, karena suatu hal kadang dambaan tersebut kurang sesuai dengan kenyataan yang dialami. Misalnya seorang ibu hamil yang mempunyai faktor risiko akan kehamilannya, seperti faktor usia yang terlalu muda, fisik yang kurang mendukung termasuk tinggi badan kurang, atau faktor risiko lainnya. Bahkan tidak jarang wanita hamil yang sampai jatuh pada keadaan risiko tinggi dalam kehamilannya, misalnya karena menderita penyakit darah tinggi, penyakit jantung, kencing manis, dan penyakit lain yang mempengaruhi proses kehamilan maupun persalinannya.

Mengingat hal tersebut, seorang ibu yang akan maupun sedang hamil hendaknya dapat mempersiapkan dan merawat kehamilannya sejak awal, dan melakukan beberapa hal yang sekiranya dapat membantu mewujudkan harapan dan dambaannya.

Kehamilan seorang ibu sebaiknya direncanakan dan dipersiapkan sejak dini, baik lahir maupun batin. Kesiapan secara lahir salah satunya adalah USIA seorang ibu minimal 20 tahun, walaupun secara biologis dia mampu untuk hamil dalam usia kurang dari itu. Kemudian jarak dengan kehamilan sebelumnya minimal 2 tahun, jumlah anak, riwayat kehamilan sebelumnya, dan ada tidaknya penyakit yang dapat mempengaruhi kehamilan dan persalinan.

Mengenai kesiapan batin, hendaklah sebuah kehamilan diwujudkan melalui sebuah lembaga pernikahan yang membentuk keluarga sah. Karena salah satu tujuan pernikahan adalah lahirnya generasi penerus umat manusia. Tak kalah pentingnya kesiapan ekonomi keluarga dari seseorang yang akan menjalani kehamilan.

KEHAMILAN merupakan sebuah proses alami yang akan dijalani oleh wanita yang telah dewasa dan tak tergantikan oleh laki-laki. Proses alamiah ini terkadang berjalan tidak semestinya, sehingga muncul adanya kelainan. Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, seorang ibu hamil harus secara rutin memeriksakan kehamilannya kepada bidan, dokter, atau petugas kesehatan yang berkompeten. Selain dapat berkonsultasi mengenai berbagai hal yang terkait dengan kehamilan, seorang ibu hamil juga dapat mengetahui kondisi kesehatan dirinya maupun janin yang dikandung.

Di samping itu, setiap kelainan yang muncul dalam kehamilan akan diketahui lebih dini dan segera dapat dilakukan penatalaksanaan ataupun pencegahan supaya kelainan yang muncul tidak berakibat fatal.

Dalam setiap periksa rutin kehamilan, petugas kesehatan biasanya memberikan anjuran ataupun nasihat kepada ibu hamil tentang hal-hal yang berkaitan dengan kehamilannya. Bagi seorang ibu yang kehamilannya berjalan normal, nasihat tersebut bertujuan antara lain agar ibu menjaga kehamilannya tetap normal sehingga tidak berubah menjadi kehamilan yang berisiko. Sebaliknya, bagi ibu yang kehamilannya ada kelainan, anjuran itu tentunya untuk mencegah atau menghindari agar kelainan tersebut tidak menjadi lebih parah dan kehamilannya tetap berjalan baik.

Karena itu, bagi ibu hamil sudah seyogianya melaksanakan anjuran ataupun nasihat tersebut dengan baik, dan tidak melanggar hal-hal yang menjadi larangan terhadap kehamilannya.

Setelah selama 9 bulan lebih menjalani kehamilan, mau tidak mau seorang ibu hamil akan melewati suatu tahapan yang paling mendebarkan, yaitu PERSALINAN. Persalinan ini dapat dilakukan secara normal melalui jalan lahir maupun melalui tindakan operasi. Untuk itu, seorang ibu hamil terlebih bagi yang kehamilannya mempunyai risiko tinggi maupun faktor risiko, sebaiknya telah merencanakan tempat di mana akan melakukan persalinan.

Saat ini hampir di setiap kecamatan, bahkan tiap desa atau kelurahan terdapat petugas maupun sarana pelayanan kesehatan yang berwenang dan melayani jasa untuk menolong persalinan, misalnya di tempat bidan praktik, dokter, puskesmas, rumah bersalin, ataupun rumah sakit. Yang perlu diperhatikan, jangan sekali-kali melakukan persalinan di tempat petugas maupun sarana kesehatan yang tidak mempunyai kewenangan untuk menolong persalinan, karena akan berisiko terhadap keselamatan ibu maupun bayinya.


HINDARI 4T

Walaupun semuanya telah direncanakan dan dipersiapkan dengan baik, kadang-kadang sesuatu yang tidak diinginkan masih bisa terjadi akibat adanya keterlambatan terhadap 4 HAL yang perlu dihindari, yaitu :
  1. Terlambat deteksi dini adanya risiko tinggi pada ibu hamil di tingkat keluarganya;
  2. Terlambat untuk memutuskan mencari pertolongan pada tenaga kesehatan;
  3. Terlambat untuk datang di fasilitas pelayanan kesehatan;
  4. Terlambat untuk mendapatkan pertolongan dan pelayanan kesehatan yang cepat serta berkualitas di fasilitas pelayanan kesehatan.

( Oleh dr. Atthobari, Kepala Puskesmas Pandak I, Bantul, Yogyakarta )
SEMOGA BERMANFAAT!!